Perusahaan gim raksasa Electronic Arts (EA) kembali melakukan restrukturisasi besar dengan memberhentikan lebih dari 300 karyawannya, termasuk sekitar 100 pekerja dari studio Respawn Entertainment. Keputusan ini juga diiringi pembatalan dua proyek gim baru, termasuk gim dari semesta Titanfall yang dikenal luas.
Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi jangka panjang EA yang berfokus pada efisiensi sumber daya dan penyelarasan tim demi “pertumbuhan masa depan.” Dalam pernyataan resmi, EA menekankan bahwa pihaknya berusaha memberikan dukungan bagi karyawan terdampak, termasuk opsi penempatan kerja baru di dalam organisasi.
Studio Respawn, yang dikenal lewat Apex Legends dan Star Wars Jedi, menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Sekitar sepertiga dari PHK terjadi di studio ini. Dua proyek yang dibatalkan sebelumnya masih berada dalam tahap awal pengembangan (incubation), salah satunya merupakan gim extraction shooter berlatar semesta Titanfall dengan nama sandi R7.
Di tengah gejolak tersebut, EA menegaskan bahwa pengembangan Apex Legends dan waralaba Star Wars Jedi tetap berlanjut. Bahkan, perusahaan tengah merancang pembaruan besar yang secara internal dijuluki Apex 2.0 sebagai respon atas performa yang belum sesuai harapan. Sementara itu, pengembangan gim Star Wars: Zero Company oleh Bit Reactor juga tetap dilanjutkan.
Perombakan manajemen turut terjadi. Daniel Suarez kini menjabat sebagai General Manager Respawn menggantikan Vince Zampella yang akan fokus pada pengawasan dua waralaba besar: Battlefield dan Respawn. Perubahan ini menandai lanjutan tren restrukturisasi di tubuh EA yang sudah berlangsung sejak 2023, termasuk pemangkasan tim di BioWare dan Codemasters.
Sumber berita: Variety, IGN





Leave a comment