China mulai menggelar jaringan broadband komersial 10-Gigabit (10G) sejumlah wilayah, termasuk Sunan, Provinsi Hebei, melalui kerja sama antara Huawei dan China Unicom. Jaringan ini dikembangkan menggunakan teknologi 50G Passive Optical Network (PON) dengan kecepatan unduh hingga 9.834 Mbps dan unggah 1.008 Mbps.

Teknologi ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan berbasis data besar, seperti layanan video 8K, realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR), serta komputasi awan. Huawei menyebut bahwa latensi jaringan dapat ditekan hingga 3 milidetik.

Peluncuran tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan nasional yang mencakup 168 kawasan di seluruh China. Selain Hebei, implementasi serupa juga berlangsung di Shanghai dan Guangdong. Program ini bertujuan menguji kesiapan infrastruktur broadband berkecepatan tinggi di kawasan permukiman dan bisnis.

Meski sejumlah pemberitaan internasional menyebut peluncuran ini sebagai “jaringan 10G pertama di dunia,” klaim tersebut kurang akurat. Jaringan yang dikembangkan di China adalah fiber-optic broadband, bukan jaringan seluler generasi baru. China sendiri masih mengandalkan jaringan 5G untuk layanan komunikasi selular.

Proyek serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di berbagai negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang. Teknologi 50G PON yang digunakan di China sudah lebih dulu diuji coba di Swiss pada tahun 2022.

Dengan pengembangan ini, China memperkuat posisinya dalam inovasi broadband, meski tidak menjadi peluncur pertama di dunia dalam kategori ini.

Sumber berita: The Economic Times, China Minutes, The Express Tribune.

Leave a comment

Trending