Setelah sempat menjadi bahan spekulasi di dunia maya selama sepekan terakhir, Bethesda resmi mengumumkan peluncuran The Elder Scrolls IV: Oblivion Remastered pada Senin malam waktu Indonesia. Tanpa pengumuman panjang lebar, gim ini langsung tersedia di berbagai platform generasi terbaru: PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC Windows. Pengguna Xbox Game Pass bahkan sudah bisa mengunduhnya tanpa biaya tambahan.
Dikembangkan oleh Virtuos, studio berbasis di Singapura yang dikenal lewat pengerjaan port multiplatform seperti The Outer Worlds dan Horizon Forbidden West, versi remaster ini memberikan penyegaran visual besar-besaran pada RPG legendaris rilisan tahun 2006 tersebut. Menggunakan Unreal Engine 5, Oblivion Remastered menawarkan resolusi 4K, frame rate 60 fps, serta perombakan menyeluruh terhadap pencahayaan, tekstur, animasi karakter dan senjata, hingga sistem waktu dinamis dan efek cuaca.
“Setiap kali kami mengenang Oblivion, kami ingin menghadirkan kembali momen itu untuk semua orang,” ujar Todd Howard, direktur kreatif Bethesda dalam video pengumuman yang ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi perusahaan.
Dalam presentasi tersebut, sejumlah pengembang lama dari Bethesda juga turut berbagi cerita nostalgia mengenai pengaruh Oblivion terhadap arah pengembangan waralaba The Elder Scrolls. Gim ini, yang pada masanya terjual lebih dari 9,5 juta kopi, disebut sebagai titik balik penting menuju kesuksesan masif Skyrim pada 2011.
Pembaruan Modern, Cita Rasa Klasik
Meskipun mengalami modernisasi dalam banyak aspek teknis, tim pengembang menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga nuansa asli Oblivion. Sistem leveling kini merupakan gabungan dari mekanik Oblivion dan Skyrim, sementara fitur seperti sprinting dan blood splatter ditambahkan demi kenyamanan bermain.
Antarmuka pengguna juga mendapat pembaruan besar, termasuk perombakan menu, HUD, dan peta. Mekanisme lain seperti persuasi, clairvoyance, skala musuh, serta fitur aksesibilitas juga turut diperbaiki. Untuk pemain lama yang mengenal gim ini sejak era Xbox 360, perubahan ini dirancang untuk menyambut mereka kembali tanpa rasa asing.
Edisi standar gim ini dijual dengan harga mulai dari 50 dolar AS, sementara edisi digital deluxe senilai 60 dolar mencakup berbagai konten tambahan: dari armor kuda yang sempat jadi kontroversi pada masanya, hingga ekspansi seperti Shivering Isles, Knights of the Nine, serta delapan konten unduhan lainnya.
Masa Depan Waralaba
Meski banyak penggemar lama yang berharap akan adanya remake untuk Daggerfall (1996) atau Morrowind (2002), keputusan untuk memulai dari Oblivion dipandang sebagai langkah strategis. Jika proyek ini sukses di pasaran, bukan tidak mungkin Bethesda akan melanjutkan revitalisasi katalog klasik mereka.
Sementara itu, proyek The Elder Scrolls VI yang diumumkan sejak 2018 masih belum memperlihatkan tanda-tanda rilis dalam waktu dekat. Di luar itu, The Elder Scrolls Online tetap menjadi satu-satunya gim baru yang hadir dalam format live service sejak peluncuran Skyrim.
Peluncuran mendadak Oblivion Remastered bukan hanya membuktikan bahwa nostalgia masih memiliki daya jual tinggi di industri gim, tetapi juga menunjukkan bahwa Bethesda belum kehilangan taji dalam menggugah basis penggemar setianya.
Untuk pembaca yang tertarik, The Elder Scrolls IV: Oblivion Remastered kini dapat diunduh melalui Steam, Xbox Marketplace, dan PlayStation Store. Gim ini membutuhkan ruang penyimpanan sebesar 125 GB dan minimal RAM 16 GB untuk PC.
Sumber berita: Rolling Stone, Game Spot





Leave a comment