OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di California, Amerika Serikat, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membangun platform media sosial baru yang akan bersaing langsung dengan X milik Elon Musk dan Meta Platforms milik Mark Zuckerberg. Informasi ini dikonfirmasi oleh seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada CNBC, meski proyeknya masih berada pada tahap awal.

Laporan awal mengenai proyek ini pertama kali diungkap oleh The Verge. Ketika diminta konfirmasi, OpenAI menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Proyek ini disebut berangkat dari popularitas fitur terbaru milik OpenAI dalam menghasilkan gambar digital. Fitur tersebut, yang diluncurkan pada Maret lalu, memungkinkan pengguna untuk membuat beragam visual mulai dari diagram, infografik, logo, hingga kartu nama dan foto stok. Pengguna juga dapat mengubah gambar menjadi karya seni, seperti lukisan hewan peliharaan atau mengedit foto profesional.

Seiring meningkatnya tren gambar berestetika anime yang diunggah pengguna ke berbagai platform, termasuk X, fitur ini pun menjadi viral. Bahkan, CEO OpenAI Sam Altman sempat mengganti foto profil akun X miliknya dengan gambar yang dihasilkan oleh fitur tersebut.

Namun, lonjakan penggunaan fitur ini juga berdampak pada infrastruktur teknologi perusahaan. “Menyenangkan sekali melihat orang-orang menyukai gambar di ChatGPT, tapi GPU kami seperti meleleh,” tulis Altman melalui akun X pada akhir bulan lalu, mengacu pada unit pemroses grafis (GPU) yang menjadi tulang punggung pelatihan dan pemrosesan kecerdasan buatan. Ia menambahkan, perusahaan terpaksa membatasi penggunaan fitur tersebut untuk sementara demi efisiensi.

Langkah OpenAI untuk menjajaki pengembangan jejaring sosial juga tak bisa dilepaskan dari peta persaingan yang kian ketat di ranah AI generatif. Salah satu pesaing terbesarnya adalah xAI, perusahaan AI yang juga dikendalikan Elon Musk. Bulan lalu, xAI mengumumkan akuisisi terhadap platform X, mempertegas konsolidasi lini bisnis Musk di bidang teknologi dan komunikasi digital.

Sementara itu, hubungan antara Altman dan Musk diketahui sedang memanas. Keduanya tengah terlibat dalam perseteruan hukum terkait perubahan status OpenAI dari lembaga nirlaba menjadi perusahaan komersial. Musk, yang turut mendirikan OpenAI pada 2015, sebelumnya melayangkan gugatan untuk menghentikan transformasi tersebut, namun ditolak oleh pengadilan federal.

Pada Februari lalu, grup investor yang dipimpin Musk juga sempat mengajukan tawaran senilai 97,4 miliar dolar AS untuk menguasai OpenAI. Tawaran itu langsung ditolak oleh pihak perusahaan.

Di tengah dinamika tersebut, OpenAI justru mencetak rekor baru dalam pendanaan teknologi privat. Pada bulan lalu, mereka berhasil menghimpun dana investasi sebesar 40 miliar dolar AS, dengan valuasi perusahaan mencapai 300 miliar dolar AS—menjadikannya sebagai salah satu putaran pendanaan terbesar dalam sejarah teknologi global.


Sumber berita: The Verge, CNBC


Leave a comment

Trending