Nvidia resmi mengumumkan lini kartu grafis terbarunya dari keluarga RTX 5060, sehari sebelum peluncuran model RTX 5060 Ti pada 16 April 2025. Dua varian RTX 5060 Ti akan tersedia, yakni model dengan memori 8GB VRAM seharga 379 dolar AS dan versi 16GB seharga 429 dolar AS. Sementara itu, model RTX 5060 reguler dijadwalkan meluncur pada Mei mendatang dengan harga 299 dolar AS dan kapasitas VRAM 8GB.
RTX 5060 Ti akan dibekali 4.608 inti CUDA, kecepatan dasar 2,4 GHz, dan boost clock hingga 2,57 GHz. GPU ini menggunakan bus memori 128-bit dengan opsi memori GDDR7 berkapasitas 8GB atau 16GB. Versi 16GB akan dirilis lebih dahulu pada 16 April, disusul varian 8GB “dalam waktu dekat,” demikian pernyataan resmi Nvidia.
Sementara itu, RTX 5060 versi standar akan mengusung 3.840 inti CUDA dan memori GDDR7 8GB dengan bus 128-bit. Baik RTX 5060 maupun 5060 Ti mendukung teknologi DLSS 4 serta Multi Frame Generation hingga 4x, juga kompatibel dengan PCI Express 5 dan DisplayPort 2.1b.
Dari sisi daya, RTX 5060 Ti memerlukan daya hingga 180 watt, sementara RTX 5060 hanya mengonsumsi 145 watt. Keduanya diklaim mampu menjalankan berbagai gim populer dengan frame rate tinggi berkat fitur Multi Frame Generation.
Nvidia juga menjanjikan peningkatan kinerja rasterisasi sekitar 20–25 persen dibanding generasi sebelumnya, bahkan di gim yang belum mendukung Multi Frame Generation. “RTX 5060 memberikan peningkatan performa sekitar 20–25 persen dibanding generasi sebelumnya. Sementara RTX 5060 Ti mencatatkan peningkatan sekitar 20 persen,” ujar Justin Walker, Direktur Senior Manajemen Produk GeForce Nvidia, dalam sesi pengarahan media.
Secara historis, lini RTX “kelas 60” dikenal sebagai pilihan terbaik bagi pengguna kelas menengah—menawarkan keseimbangan harga dan performa optimal. Tetapi kali ini, berbeda dengan peluncuran sebelumnya, Nvidia tidak merilis varian Founders Edition untuk seri RTX 5060, yang berarti harga akan sangat bergantung pada kebijakan masing-masing produsen mitra. Hal ini berpotensi membuat harga ritel RTX 5060 sulit menyentuh angka 299 dolar AS, terlebih di tengah ketidakpastian soal tarif impor dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap berubah.
Di sisi lain, pasokan GPU generasi terbaru juga masih dibayangi tantangan. Kapasitas produksi chip kelas 5nm milik TSMC yang digunakan dalam proses 4N seri RTX 50 terbatas, di tengah lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI). Hal ini berdampak pada harga GPU yang terus membengkak, dengan sebagian besar model di pasaran dijual jauh di atas harga eceran resmi.
Meski Nvidia mengklaim telah mengirimkan dua kali lebih banyak GPU Blackwell RTX dibandingkan peluncuran awal generasi Ada Lovelace, perusahaan belum merilis angka pasti pengiriman. Data tersebut juga tidak mencakup peluncuran GPU RTX 4080, 4070 Ti, dan 4070.
Kontroversi juga muncul terkait kapasitas VRAM yang disematkan. Keputusan Nvidia menyediakan opsi 8GB dinilai sebagai kompromi antara harga dan performa. “Saat masuk ke segmen RTX 5060, kami harus benar-benar mempertimbangkan berbagai aspek dan trade-off,” ujar Walker. Ia menambahkan, “RTX 2060 dulu dijual seharga 349 dolar, RTX 3060 di 329 dolar, dan jika melihat penyesuaian inflasi sejak RTX 1660 atau 1060, harga 299 dolar saat ini sudah cukup kompetitif.”
Terlepas dari perdebatan soal harga dan kapasitas memori, Nvidia juga akan membawa RTX 5060 ke segmen laptop pada Mei mendatang. Sejumlah produsen ternama seperti Acer, Asus, Dell, Gigabyte, HP, Lenovo, MSI, dan Razer akan menawarkan laptop dengan GPU RTX 5060 mulai dari harga 1.099 dolar AS.
Sumber berita: WCCF Tech, Tom’s Hardware, The Verge





Leave a comment