Tanpa banyak basa-basi, A Minecraft Movie langsung melompat ke posisi puncak box office global. Film besutan Warner Bros. dan Legendary Pictures itu mencetak pendapatan pembuka sebesar 163 juta dolar di Amerika Serikat dan total global 313 juta dolar—melampaui ekspektasi industri yang awalnya hanya mematok angka antara 70 sampai 90 juta. Dengan biaya produksi sebesar 150 juta dolar, film ini nyaris langsung balik modal hanya dalam satu akhir pekan.

Prestasi ini menjadikan Minecraft sebagai adaptasi video game dengan pembukaan terbesar sepanjang sejarah, bahkan melampaui The Super Mario Bros. Movie yang tahun lalu mencetak 146 juta dolar di minggu pertama. Keberhasilan ini datang di tengah tren suram box office Hollywood, yang menurut Comscore masih tertinggal 35% dari capaian tahun 2019 sebelum pandemi.

Namun, di balik kesuksesan komersialnya, ulasan terhadap film ini justru terpecah. Di Rotten Tomatoes, Minecraft memperoleh skor 53% dari kritikus—jauh dari predikat “fresh”, tetapi tetap lebih baik dari yang banyak dikhawatirkan sebelumnya. Sebagian besar kritik mengarah pada visual efek yang terlihat murahan dan narasi yang datar. Namun chemistry antara Jack Black dan Jason Momoa dinilai menjadi penyelamat, ditambah subplot yang mencuri perhatian dari Jennifer Coolidge.

Yang menarik, respons audiens jauh lebih positif. Tiket ludes dibeli oleh penonton lintas usia, dari anak-anak hingga dewasa muda yang tumbuh bersama game Minecraft. Bagi mereka, film ini bukan soal kualitas CGI, tapi soal melihat dunia kotak-kotak kesayangan mereka hidup di layar lebar. Seperti yang terjadi pada Super Mario Bros., yang meski punya skor kritikus hanya 59%, tetap meraup lebih dari 1,3 miliar dolar secara global.

Analisis dari FranchiseRe menyebut bahwa Minecraft tergolong sebagai film “lima-kuadran”, alias punya daya tarik luas untuk hampir semua segmen penonton. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa Minecraft bukan cuma sukses sesaat, tapi punya potensi untuk menembus satu miliar dolar secara global. Apalagi, dengan basis penggemar lintas generasi, film ini diprediksi menjadi awal dari sebuah franchise baru.

Apapun pendapat kritikus, angka-angka di box office menunjukkan hal yang tak bisa dibantah: adaptasi video game bukan lagi genre kelas dua di mata Hollywood. Minecraft mungkin bukan film yang brilian, tapi untuk jutaan fans di seluruh dunia, itu sudah lebih dari cukup.

sumber berita: Variety, Forbes

Leave a comment

Trending