Studio film independen A24 dan Kojima Productions resmi mengumumkan adaptasi live-action dari game Death Stranding. Film ini akan disutradarai dan ditulis oleh Michael Sarnoski, sineas yang sebelumnya dikenal lewat Pig dan A Quiet Place: Day One.

Proyek ini menjadi kolaborasi penting antara Hideo Kojima, sosok legendaris di dunia video game, dengan salah satu sutradara muda yang sedang naik daun. Dengan dunia yang penuh imajinasi, karakter kuat, dan cerita yang kompleks, Death Stranding dianggap sebagai salah satu game paling sinematik yang pernah dibuat—dan kini siap diangkat ke layar lebar.

Game yang Memang Sudah Sinematik Sejak Awal

Dirilis pada tahun 2019 untuk PlayStation 4, Death Stranding langsung menarik perhatian karena visualnya yang unik dan cerita yang penuh misteri. Berlatar di Amerika Serikat pasca-apokaliptik, pemain berperan sebagai Sam Porter Bridges (disuarakan oleh Norman Reedus) yang bertugas mengirim paket ke berbagai penjuru wilayah yang terisolasi. Di tengah perjalanannya, Sam harus menghadapi makhluk gaib, hujan waktu, dan dunia yang nyaris runtuh akibat bencana misterius bernama “Death Stranding.”

Game ini juga diperkuat oleh aktor-aktor ternama seperti Mads Mikkelsen, Léa Seydoux, Margaret Qualley, hingga sutradara Guillermo del Toro. Total, game ini telah dimainkan lebih dari 19 juta pemain di seluruh dunia dan kini bersiap merilis sekuelnya, Death Stranding 2: On the Beach, pada Juni 2025.

Kenapa Michael Sarnoski?

Nama Michael Sarnoski mungkin belum seterkenal sutradara-sutradara besar lainnya, tapi karyanya punya rekam jejak yang kuat. Debutnya lewat film Pig (2021), yang dibintangi Nicolas Cage, menuai banyak pujian karena pendekatannya yang emosional dan tidak biasa. Setelah itu, ia dipercaya menyutradarai A Quiet Place: Day One, prekuel dari waralaba horor sukses milik Paramount yang meraup pendapatan global lebih dari 250 juta dolar AS.

Saat ini, Sarnoski juga tengah menyelesaikan Death of Robin Hood, sebuah film produksi A24 yang dibintangi Hugh Jackman dan Jodie Comer. Kedekatan Sarnoski dengan A24 diyakini menjadi alasan utama mengapa ia dipilih untuk proyek besar seperti Death Stranding. Meski pengalamannya belum terlalu panjang, banyak yang menilai sentuhannya cocok untuk mengadaptasi dunia Kojima yang kompleks dan atmosferik.

Adaptasi Game ke Film Sedang Naik Daun

Pengumuman ini datang di tengah tren naiknya film-film adaptasi video game. Setelah bertahun-tahun dianggap sulit diangkat ke layar lebar, kini banyak adaptasi yang justru mencetak sukses besar. The Super Mario Bros. Movie tembus miliaran dolar. Serial The Last of Us sukses secara kritik dan rating. Sementara film Minecraft yang akan datang sudah mencetak rekor box office sejak tayangan awalnya.

Beberapa proyek lain yang sedang digarap termasuk Ghost of Tsushima, Until Dawn, dan Return to Silent Hill. Dalam konteks ini, Death Stranding menjadi bagian dari gelombang baru adaptasi game yang digarap serius dan ditujukan bukan hanya untuk gamer, tapi juga penonton umum.

Peran Besar Hideo Kojima

Sebagai kreator game yang dikenal punya visi sinematik, Hideo Kojima akan terlibat langsung sebagai produser dalam film ini. Kojima sebelumnya dikenal lewat seri Metal Gear Solid, dan dengan Death Stranding, ia berhasil menciptakan dunia yang tidak hanya unik secara visual, tapi juga penuh dengan tema filosofis tentang kematian, isolasi, dan hubungan antar manusia.

Walau belum ada informasi detail soal jalan cerita atau siapa saja yang akan bermain di filmnya, keterlibatan Kojima menjadi jaminan bahwa film ini tidak akan kehilangan identitas orisinal dari game-nya.

Apa yang Ditunggu?

Saat ini belum ada tanggal rilis resmi atau judul final untuk film Death Stranding. Namun, dengan peluncuran Death Stranding 2 yang semakin dekat dan konser global bertema franchise ini yang juga sedang dipersiapkan, dunia Death Stranding tampaknya akan makin ramai di berbagai medium.

Bagi para penggemar game dan penonton film, adaptasi ini membawa harapan besar—bukan hanya karena kekuatan cerita dan visualnya, tetapi juga karena dipimpin oleh nama-nama yang paham bagaimana membangun atmosfer dan emosi yang kuat. Pertanyaannya kini: bisakah Sarnoski menyatukan semua “fragmen” dunia Kojima menjadi sebuah film yang utuh dan memikat?

Sumber berita: Cinema Express, Game Rant.

Leave a comment

Trending