Setelah sempat terkatung-katung karena ditinggal para kreator sebelumnya, proyek adaptasi serial God of War dari Amazon dipastikan masih berjalan. Bagi penggemar adaptasi gim, ini tentu menjadi kabar baik.

Serial ini direncanakan menjadi adaptasi dari gim God of War rilisan 2018. Dengan dua mitologi besar—Norse dan Yunani—sebagai latar, serta naskah yang sudah solid dari gimnya sendiri, proyek ini tampak seperti materi yang cocok untuk menjadi tontonan TV berkelas. Namun, bukan berarti perjalanan adaptasi ini tanpa tantangan.

Sebuah pernyataan dari Ron Moore, showrunner baru serial ini, memicu gelombang skeptisisme di kalangan penggemar. Dalam wawancara bersama Katee Sackhoff, Moore mengakui bahwa dirinya bukan seorang gamer. “Saat ini saya sedang menggarap adaptasi dari sebuah gim berjudul God of War, judul besar di dunia gaming. Amazon sudah memesan dua musim… itu proyek baru saya,” ujar Moore.

Ketika Sackhoff menyinggung bahwa proyek ini cukup berat, Moore menimpali, “Ya. Dan aku bukan gamer, jadi rasanya seperti, ‘Aku belum pernah melakukan ini sebelumnya.’” Ia bahkan mengaku sempat mencoba memainkan gimnya, tapi menyerah karena kesulitan memahami kontrol modern. “Saya tumbuh di era arcade, di mana kita tinggal masukkan koin dan tekan-tekan tombol. Saya bisa main Defender atau Asteroids, tapi sekarang? Tekan R1? Mana R1? Oh, saya mati,” candanya.

..aku bukan gamer, Aku belum pernah melakukan ini sebelumnya.

Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras di media sosial. Banyak penggemar meragukan kemampuan Moore menggarap adaptasi tanpa memahami gim aslinya. Kekhawatiran ini beralasan, mengingat sejarah panjang adaptasi gim ke medium film yang gagal total di masa lalu.

Namun, Moore bukanlah orang sembarangan di dunia televisi. Ia memiliki rekam jejak panjang di serial-serial ternama seperti Star Trek: The Next Generation, Deep Space Nine, dan Battlestar Galactica (2004). Proyek terbarunya, Outlander dan For All Mankind, juga mendapat respons positif. Ia bahkan mengantongi dua nominasi Emmy, memenangkan satu di antaranya, serta beberapa penghargaan Hugo atas kontribusinya di dunia fiksi ilmiah.

Pertanyaannya: apakah benar Moore harus memahami seluk-beluk mengontrol Kratos di gim demi menciptakan adaptasi yang kuat? Apakah keberhasilannya tergantung pada kemampuannya menaklukkan titsan para dewa-dewi di gim? Yang jelas, dengan pengalamannya meramu kisah epik di layar kaca, Moore tampaknya cukup mumpuni untuk membawa perjalanan Kratos ke medium yang baru.

Leave a comment

Trending